Monday, November 7, 2011


di setiap kepala siapa pun selalu ada kekhawatiran masing-masing. Selalu ada dua kemungkinan ketika ingin mengambil sebuah langkah. Langkah dalam bentuk apa pun.


Seperti ketika saya ingin memilih untuk jatuh cinta atau tidak pada seseorang. Di dalam pikiran saya akan berkecamuk berbagai macam kemungkinan.

Bagaimana jika hati saya nantinya yang akan sakit
Bagaimana jika dia tidak siap menerima segala kekurangan saya
Bagaimana jika saya  tidak mampu membahagiakan dia
Bagaimana jika kami nanti berakhir dengan buruk

Tetapi kemudian sebuah kalimat muncul di kepala saya

Tapi bagaimana jika yang terjadi malah sebaliknya?


Ah, mungkin memang wanita selalu seperti ini. Selalu terlalu paranoid.
Tetapi sesungguhnya kami hanya ingin menjaga perasaan kami, karena kami perlu waktu lebih lama untuk menyembuhkan sesuatu yang tidak sejalan dengan pengharapan kami. 


Saya teringat kalimat salah seorang sahabat saya;


Kalau kamu takut disakiti, kamu tidak perlu bahagia. Kamu, tidak akan pernah bahagia. 



'kami para wanita memang selalu paranoid. mengkhawatirkan hal - hal yang belum tentu terjadi. dan selayaknya saya adalah seorang wanita. hal inipun terjadi di diri saya'

Sunday, October 30, 2011

love story

Kau datang dengan seikat besar senyummu yang mampu membuat rumput duniaku menghijau sempurna,
Semua yang kau tawarkan membahagiakanku, membuat dunia ini melipat bagian buruknya
Keluhanku berguguran dan bilangan senyumanku pun berlipat ganda
Seperti rumus setengah lingkaran
Walau pun aku tahu kita sulit menyatu, tapi entah mengapa keegoisanku selalu mampu tertiup kesisi yang lain,
Aku mulai menyayangimu
Kau ada disini beberapa saat dan itu tak pernah cukup, aku selalu ingin melebihi porsi yang ada
Senyumanmu tak pernah menjemukan dan penuh dengan harapan
Mereka sehangat tatapan matamu, mereka sesejuk janji peri baik hati
Itu baru setitik dari kamus dirimu yang menyenangkan
Aku mulai jatuh ke dalam cintamu
Dan memberimu bagian di dalam perasaanku
Kau mulai mengerti apa yang aku butuhkan mau pun tidak aku inginkan
Kau mulai mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja dan aku mempercayainya
Kita mulai mengerti bahwa ini tidak akan mudah
Menjadikan ‘satu’, daging dan darah yang terpisah
Aku belum pernah merasakan ini sebelumnya, merasakan bahwa diriku berharga dan diperhitungkan oleh seseorang
Karena sekarang ‘aku’ menjadi ‘kita’
Tapi ternyata harapan kadang tak cukup kuat melawan kenyataan
Aku mulai sering berlari dan kau mulai sering menghilang
Aku mulai sering sendiri dan kau mulai sering berdiam diri
Kini tawamu mulai hilang dan senyummku pun memudar
Aku sering menahan tangisku dan kau pun sering melepas teriakanmu
Kita mulai berbeda
Kau bukan dirimu lagi dan aku mulai tak mengerti
Rumputku kuning dan mengering, sebuah perjalanan panjang yang gersang
Jahitan perasaan kita mulai longgar dan menganga
Pilihannya, sobek saja atau rekatkan kembali?
Kau melemparkan lem, tapi yang kubutuhkan benang
Kau melemparkan peniti, tapi yang kubutuhkan jemari
Kau berpikir sempit layaknya pria
Dan aku berpikir rumit layaknya wanita
Kita mulai saling membenci
Dan kau bilang, inilah hidup dan cobalah mengerti
Dan aku bilang, inilah kita yang tak lagi aku kenali
Dan kau bilang, bukalah matamu
Dan aku bilang, tak lagi kutemukan dirimu
Kau terdiam
Dan aku membisu
Semua indah, tapi tak selamanya begitu
Semua baik, tapi tak selamanya selalu
Kita sampai dipersimpangan
Pilihannya, beriringan sampai nanti atau berhenti sampai disini?
 
 
 
falafu - MANGKOKATA

Monday, October 3, 2011

Bahagia



Ingin membicarakanmu, melewati kata-kata yang biasa
Ingin mengingatmu, melewati angan-angan tentang cinta
Sajak ini, ingin berkata-kata tentang bahagia
Sajak ini, ingin menuntun sepi menjauhi sedihnya hati

Bahagia
Ketika kau bilang rindu, padahal aku di hadapanmu
Bahagia
Ketika kau tetap disini, saat marahku tak juga pergi
Bahagia
Ketika kau tetap membaca, walau aku tak mau menerjemahkannya
Bahagia
Saat kau, bahagia

Dan saat asap berganti abu
Kau tetap memayungiku bersama waktu
Dan saat debu menyatu tanah
Kau tetap menyapu pipiku yang basah

Sajak ini, ingin bahagia bersama
Walau ditulis di bawah sang surya yang merana
Sajak ini, ingin bahagia dalam nyata
Lalu ditulis di bawah amin doa-doa kita

Dan aku ingin kita
Tetap bisa bercanda mesra walau uang tak ada
Dan aku ingin kita
Tetap bernyanyi gembira walau hati terluka
Dan aku ingin kita
Saling memeluk hari
Saat salah satu dari cinta ini, harus pergi
*just taken from falafu - mankokata

Monday, September 19, 2011

Celebrate my Graduation

ahiiiiiiiiii.
akhirnya wisuda juga sodara - sodara. tepat tanggal 10 september 2011 gue udah resmi jadi pengangguran *jleb 
duuhh wisuda tuh kaya gimana yaaa. hal yang paling kita tunggu tapi juga bikin kita jadi pengacara (pengangguran banyak acara.red) daaaann kehilangan uang jajan. huwaaaah :(
miskin. kasian bet kasian.
oyaaa. mo ngucapin selamat buat temen2 Farmasi UNG 2008 yang berhasil diwisuda. selamat cemans. aaaahh pasti bakal kangen ama kalian. yang mau lanjutin sekolahnya yang rajin ya. yang mau kerja jangan lupa gaji pertamanyaaaa. msih nyimpen nomer gue kan ? uhuuyy. makan makan.
nah gue mo ngapain ? kerja aja dulu deh. nyari kerja tepatnya. sampai saat ini masih pengangguran kakaaaak. T.T
tapi gak nganggur2 amat sik. untung ada radio. hehehehe seenggaknya gue gak jadi babiknunduk dirumah.
eeh mo ngucapin juga selamat ke pacal *prikitiiwww. yang mau wisuda tar 24 september. akhirnya yahh kita berhasil studynyaa. inget kemaren2 saling berbagi stress karena skripsi. aahh sweet *preett
tinggal nyari kerja nih pac. trus nikah. muahahahhaa
aminin aja sodara2.
udah aaahhh. ngomongin wisuda udah ngelantur ke nikah.
btw, happy september guys *telatbeud
foto - foto wisudanya tar nyusul :*

mygraduate

Monday, July 4, 2011

kau membuatku menangis *lagi

pict from here

huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. aaaaaaarrrrrrrrrgggggggggggghhhhhh
kesel sedih nyesek. aah perasaan ini begitu kacau dan galau.
pralab penelitian harus diulang lagi dari awal. whaaaatt ? *eh biasa aja dong* *ngomong sendiri*
why pak why ?
alesannya hasil penelitian gue gak maksimal dan ada sedikit kekeliruan. katanya harus bening gak ada rembesan warna ekstrak. laaaaaaaaah gimana tuh pak ? warna ekstrak saya kuning. yaa ttp aja bakal ada rembesan. ah pasti pada bingung ini penelitian apaan. gak usah ditanya.pokoknya gitu alesan pembimbing gue. ditambah lagi katanya gue ma temen2 pralab tanpa sepengetahuan dia. heeyy ini penelitian punya kita kaleee. terserah dong mau kapan. situ pembimbing yaa membimbing skripsi bukan membimbing kami dilab. ada laboran. oh iya gue lupa. kalo beliau pernah bilang jangan percaya sama laboran yang lulusan S1/belum lulus. gue inget banget kata2nyaa. "Saya nih S2 nak". ouch. okeee udah bawa2 titel jelas kita mahasiswa dan lulusan S1 kalah.
gue ama temen2 semenjak siang tadi lagi berusaha mendapatkan setitik harapan kalo kita tuh gak usah ngulang lagi. tar aja kalo emang penelitian. ini kan masih pralab. tujuan kita pralab kan untuk ngebuktiin aja apa taneman yang gue teliti tuh ekstraknya bisa dijadiin antibakteri. naaahh setelah pralab hasilnya bisa. hanya sedikit 'dirusak' sama rembesan warna ekstrak.
huhuhu. jadinya gue blom bisa seminar judul. hellooooooww. orang2 udah pada ngomongin sidang akhir gue baru seminar judul. kita sih setuju2 aja ya ngulang. tapi izinkan kami seminar judullaah paak. ya kan setelah seminar judul tetep bakalan penelitian. tetep nguji antibakterinya lagi. kan gunanya seminar judul buat ngoreksi bab 1 - 3nya kita dan ngeliat apa penelitian kita bisa dilanjutin atau gak. nah kalo belum seminar judul udah ngulang2 gini berarti udah termasuk penelitian dong. skalian aja gue tar seminar judulnya barengan ama sidang akhir. beeeeeeeeeeh.
kesel beneran gue. dan akhirnya gue dan temen2 rame2 nangis. eh gak ding. gue sendiri. nangisnya telat. coz gue taunya belakangan soal ini.
bayangin dong. gue lagi siaran trus kabur 1 jam buat kekampus dengan hati gembira karena ngebayangin proposal udah mau di acc pembimbing 2. eh pas baru mau masuk ruang dosen ketemu temen2 yang pada bejejer didepan ruangan dengan tatapan nanar dan mengabarkan berita ini. langsung lemah letih lesu dah gue. kaki serasa udah gak nginjek tanah. kalo kata orang Gorontalo mah molupuhuuuuuuuuuu.
udah deh gue cepet cabut dari kampus padahal blom ketemu pembimbing 2. gue balik radio. daaaann. akhirnya tak tertahankan airmata ini. gue nangis diradio. hiks.
nelpon mama ngabarin hal ini dan minta maaf blom bisa ujian dan harapan untuk bisa kelar taun ini kecil sekali. secara yaaa. pralab ini aja gue 2 bulan boo. dari nyiapin bahan ampe dapet hasilnya. nah kalo gue ngulang lagi berarti 2 bulan bru bisa seminar judul. dan 2 bulan lagi itu september. september itu wisuda hooooyy.\
aahh okeee. gak papa gak masalah.seenggaknya masih ada harapan. semangaaaaaattt *suara tiba2 ilang*
dan karena emang harus ngulang dan sepertinya wisuda gue bakal tertunda. rencana masa depan gue pun jadi berubah. yang tadinya target sebelum agustus harus kelar eeeehh tetep targetnya begitu. hehehe. amin.
gue berdoa mudah2an akan ada keajaiban. yang penting berusaha dan berdoa.
hah.
yang gue lakuin skg yaaaaa harus ngulang dooooooooong.
walaupun berat tapi ttp harus dilakuin.
pasti bisaaaaaaaaaaaaaaa !!
ada rencana indah dari Allah SWT untukku :')
caaiiiyooooooooooo
doakan aku yaaaaaaaaa T.T
pict from here